Someone Asked
Ingin memperbaiki hubungan.
Saya baru menjalin hubungan dengan seseorang perempuan sekitar 5 bulan lamanya. Sekarang kami dalam hubungan yang rumit. Saya memutuskan untuk menyudahi hubungan karena waktu itu dia emosional tentang pesan yang hanya saya baca, tanpa saya balas. Saya ketahui, bahwa ini memang kesalahan saya karena sudah mengecewakan dirinya dengan cara mengambil keputusan yang tidak dewasa. Harusnya saya mengerti bahwa dia hanya ingin berkomunikasi, ingin diperhatikan. Saya selalu minta maaf dan mencoba untuk memperbaiki hubungan. Dan jawaban dia "Aku terlalu kecewa, aku takut untuk melanjutkan walau aku masih sayang. Biar waktu yang membuka hatiku kembali". Disini saya tidak sabaran. Saya gagal lagi memahami bahwa wanita adalah mahluk yang rentan. Saya terlalu egois menginginkan jawaban yang pasti antara iya atau tidak. Jadi saya ungkapkan isi hati saya ke dia "Saya ingin jawaban pasti, seperti yang kita ketahui bahwa kita masih saling mencintai. Saya ingin memperbaiki dan tentu saja saya mau berubah.
user Anonymous answered
*Lanjutan*

Ingin lebih memperhatikan kamu lagi.
Mengulur waktu untuk berbaikan bukanlah opsi yang baik.
Kamu menjawab antara ya atau tidak.
Itu adalah suatu ketidakpastian.
Apakah menjadi masalah buatmu jika saya berhenti berjuang untuk ketidakpastian?"

Jawab dia "Itu hakmu. Aku terima apapun keputusanmu. Aku kecewa karena kamu memutuskan hubungan ini dengan mudahnya. Dan aku lebih kecewa lagi melihat perjuanganmu hanya mampu sampai disini. Apa kamu tau rasanya bertahan menghadapi sikapmu selama ini?"

FYI, saya bukanlah seorang yang benar-benar super cuek.
Di hari libur sering kita habiskan untuk berkencan.
Untuk masalah kabar.
Saya memang tidak selalu mengabari aktivitas kecil saya. Tetapi saya selalu mengabari hal yang benar-benar penting dan mendesak.
Apa yang saya sebut diatas bukan hanya alasan itu untuk chatting dia.
Kita sering membicarakan hal-hal lain. Hal yang biasa dilakukan Pasangan-pasangan lainnya. seperti masa depan, cita-cita, dll. Bahkan hal yang tidak penting tidak luput dari pembahasan.
Walau hanya sesekali.
Saya tidak terlalu terobsesi untuk chatting seharian.
Disini lah letak kesalahan saya yang lainnya. Saya tidak memberi tau dia bahwa saya ingin jeda sebentar.
Saya langsung memutuskan untuk menyudahi hubungan.

Saya mendapatkan 2 saran dari seorang teman :
1. Diam, jauhi dia untuk beberapa bulan. Jika dia memang masih mencintai maka dia akan kembali.
2. Terus beri dia perhatian. Coba untuk lebih berusaha lagi. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar mencintai dia.

Sejujurnya saya lebih prefer saran yang pertama. Apakah harus saya mengemis cinta seperti saran kedua?
Tapi saya juga memikirkan saran kedua.
Jika saya berhenti memberinya perhatian. Kemungkinan terburuk dia enggan untuk berbaikan.
Lebih buruk lagi jika dia berlabuh ke lain hati.

Saya ingin tahu bagaimana kalian menyikapi masalah ini jika terjadi kepada diri kalian.
Saya pribadi sangat ingin hubungan kami kembali membaik.
Karena ini pengalaman pertama saya dalam percintaan.
Dan saya tidak berniat untuk gonta ganti pasangan.

Saya paham betul dengan masalah yang saya buat. Tolong berikan saran.
1 readers agree with this answer agree Agree